Biopori, Solusi Sempurna Cegah Banjir


 beberapa kawasan langganan banjir sudah mulai kerepotan mengatasinya Biopori, Solusi Tepat Cegah Banjir
biopori

Musim hujan sudah tiba, beberapa kawasan langganan banjir sudah mulai kerepotan mengatasinya. Apa rumah tinggal Mak juga jadi langganan banjir? Jika iya, bahasan perihal biopori kali ini mudah-mudahan dapat membantu jadi salah satu solusi untuk mencegah banjir tiba lagi.

Apa itu Biopori ?


Seiring semakin luasnya kawasan yang  terkena banjir, banyak orang yang mulai berpikir kira-kira apa ya solusi yang sempurna untuk dapat mengatasi banjir? Bicara soal penanganan banjir, memang gampang-gampang susah ya Mak. Saat kebanyakan masyarakat mengeluh akan banjir, tapi sayang perilakunya justru menjadi alasannya ialah terjadinya banjir. Buang sampah sembarangan, sedikitnya tanah resapan air, penebangan pohon dan lain sebagainya hanya beberapa alasannya ialah yang menciptakan banjir selalu terjadi ketika demam isu penghujan tiba.

Penanganan banjir menjadi semakin sulit terutama di kawasan padat penduduk yang sangat minim sekali ruang resapan air, sehingga air hujan tidak dapat diserap maksimal oleh tanah, menggenang dan jadinya mengakibatkan banjir yang besar? Nah, untuk yang satu ini ada solusi yang sudah terbukti sangat efektif, yaitu dengan pembuatan biopori.

Biopori ialah sebuah penemuan gres yang digagas oleh seorang peneliti asal Institut Pertanian Bogor yang berjulukan Dr. Kamir Raziudin Brata. Biopori merupakan lubang yang dibentuk secara vertikal ke bawah, ke dalam tanah yang bertujuan untuk meningkatkan daya resap tanah terhadap air sehingga problem genangan air dapat diselesaikan.

Cara Pembuatan Biopori


Membuat Biopori ternyata tidak terlalu sulit lho Mak, hanya butuh alat bor sederhana jadilah si lubang resapan.


 beberapa kawasan langganan banjir sudah mulai kerepotan mengatasinya Biopori, Solusi Tepat Cegah Banjir
alat bor biopori

Biopori ini dapat dibentuk di banyak sekali lahan, bahkan di area yang sudah ditembok sekalipun. Itulah mengapa, biopori ini sangat cocok diaplikasikan untuk kawasan dengan padat pemukiman. Ukuran lubang yang dibentuk juga tidak terlalu besar, hanya berdiamater 10 cm dan kedalaman lubang 1 meter. Nah, biopori ini tidak hanya berfungsi untuk menyerap air sehingga tidak adanya air yang menggenang, namun juga dimanfaatkan untuk menimbun sampah organik yang kemudian dapat berkembang menjadi kompos.



Jadi sampah-sampah organik yang biasanya membusuk di tempat sampah, sekarang dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori dan kemudian berkembang menjadi kompos. Dalam hitungan beberapa hari, kompos sudah dapat dipanen , diambil dan kemudian dipakai sebagai pupuk untuk tanaman. Lubang biopori ini memang membutuhkan sampah organik semoga pori-pori dalam tanah dapat terbentuk. Karena dengan sampah organik lah, fauna-fauna yang ada dalam tanah dapat hidup dan berkembang biak sehingga dapat menciptakan  terbukanya pori-pori dalam tanah yang kemudian dapat menyerap air.

Manfaat Biopori




Lubang resapan yang sederhana ini ternyata punya banyak manfaat. Setidaknya ada 3 manfaat utama dari lubang resapan mini ini, yaitu :


  1. Mengatasi genangan air. Pada awal pembuatannya, biopori memang tidak ditujukan untuk mengatasi banjir dalam skala besar. Tapi bukankah banjir itu terjadi lantaran diawali dengan adanya genangan-genangan air yang tidak dapat diserap oleh tanah? Nah, biopori inilah jadi solusi langkah awal untuk mengatasi genangan air. Sehingga harapannya dengan semakin banyak dibuatnya lubang resapan, maka jumlah air yang dapat diserap oleh tanah semakin besar , jadinya banjir pun dapat dikurangi atau bahkan diatasi.

  2. Mengelola sampah organik. Seringkali kita menganggap remeh dengan sampah organik dari dapur, dengan alasan toh akan diurai oleh alam. Tapi Mak, sampah organik yang tidak dikelola dengan baik juga dapat mengakibatkan problem lho, terutama problem pencemaran udara, lingkungan jadi wangi busuk. Biopori dapat jadi solusi semoga lingkungan tidak terkontaminasi dengan wangi sampah, bahkan dapat menghasilkan kompos yang baik untuk tanaman.

  3. Menjaga kelestarian air tanah. Banyaknya pembangunan pemukiman disana-sini jadi salah satu penyebab semakin berkurangnya jumlah air tanah. Apalagi sedikit sekali perumahan yang menyediakan lahan semoga air dapat diserap oleh tanah, lantaran faktanya nyaris seluruh cuilan dari rumah sudah ditembok bahkan sampai ke cuilan halaman. Dengan adanya biopori, air hujan dapat diserap dengan baik oleh tanah dan dapat disimpan dalam bentuk cadangan air. Sehingga problem kekeringan dan kesulitan air dapat diatasi.

Sekian dulu ya Mak, bahasan perihal biopori. Semoga menginspirasi dan bermanfaat sebagai salah satu upaya kita untuk dapat mencegah banjir.


Belum ada Komentar untuk "Biopori, Solusi Sempurna Cegah Banjir"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel